Menghargai Cinta

Menghargai Cinta
Menghargai Cinta

Di sebuah pegunungan, tinggallah sepasang kakek dan nenek. Keduanya suka sekali bercocok tanam sehingga rumahnya hampir tertutup bunga. Jika memasuki rumahnya, di sana akan terpampang barang-barang kuno namun terlihat masih baru. Rupanya barang-barang itu adalah pemberian suaminya yang masih ia rawat hingga masa tuanya. Sang nenek begitu menghargai cinta kakek, sampai hobi menanam bunga pun mereka lakukan bersama-sama.

Menurut kisah di atas, cinta itu bisa diartikan merawat. Pertanyaannya adalah merawat apa? Hubungan! Kita tentu mempunyai keluarga maka jika kita benar-benar mencintai keluarga kita maka kita harus mampu merawat hubungan agar tetap harmonis.

Cinta juga tidak melulu untuk keluarga namun juga untuk sesama kita yaitu rekan kerja, sahabat, teman-teman dan orang-orang yang sering kita temui. Hidup harus saling menghargai jika kita ingin menjalaninya dengan penuh damai.

Dan yang lebih utama dari semua itu adalah kita harus mampu mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Tuhan telah mencurahkan darahnya karena cintanya kepada kita. Mampukah kita mengasihinya melebihi hidup kita?

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

1 yohanes 4:11

Bagikan Artikel: