Menghakimi Diri Sendiri

Ada seorang pemuda yang telah berjuang keras untuk bisa masuk ke sebuah perguruan tinggi. Siang hingga malam ia pergunakan untuk belajar. Sampai suatu hari ia dapati bahwa dirinya tidak lolos seleksi. Pemuda itu lantas frustasi. Ia berkali-kali menyalahkan dirinya sendiri. Ia menyakini bahwa ia dilahirkan tidak untuk menerima hal baik.

Sementara pemuda lain yang turut tidak lolos, lebih memilih untuk bersyukur dan mencoba kesempatan yang baru. Ia melakukan pekerjaan apapun, sampai akhirnya menemukan pekerjaan yang tepat untuknya.

Kegagalan tidak selayaknya dijadikan pedoman untuk kita berhenti bermimpi. Kegagalan hanya tentang sebuah pintu, saat salah satu tertutup maka masih ada pintu lain yang bisa kita buka. Jangan pernah menghakimi diri sendiri ketika menemui kegagalan. Saat kita gagal, bukan berarti kita bodoh. Terkadang Tuhan menghentikan perjalanan kita ketika tidak mendatangkan kebaikan untuk masa depan.

Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Yeremia 10:23

Bagikan Artikel: