Menggenggam Bara Api

Selama kita hidup, maka kita tidak akan bisa terhindar dari sakit hati. Kita tidak akan pernah bisa mengatur pikiran dan perkataan orang lain dan rasa kecewa itu akan terus berdatangan bila kita tidak bisa merelakan hati kita untuk terluka.

Bila kita masih menyimpan kemarahan dan kekecewaan di dalam hati, itu sama halnya kita sedang menggenggam bara api. Semakin lama kita menggenggamnya, maka bara api itu akan membakar diri kita. Seperti itulah benci dan amarah yang dipelihara, bukan orang lain yang terluka namun malah diri kita sendiri yang merugi.

Jangan sibukkan hati dengan membenci, sibuklah untuk mengasihi. Jangan sibuk untuk marah, namun sibuklah untuk bersabar. Jangan sibuk mencaci maki, sibuklah untuk memberkati. Siram bara api kita dengan kedamaian dan kasih.

Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh

Pengkhotbah 7:9

Bagikan Artikel: