Mengasihi yang Tidak Mengasihi

Pernahkah kita bertanya mengapa Tuhan mengasihi dan memberkati mereka yang tidak mengasihi-Nya? Kita tidak mengerti dan merasa itu sesuatu yang janggal dan membingungkan. Sebab kita akan mengasihi orang yang cenderung mengasihi kita, kita akan mengabaikan orang yang tidak baik meskipun kita tidak membencinya. Tapi mengapa Tuhan tetap mengasihi mereka yang tidak mengasihi-Nya, bahkan tidak mau mengenal-Nya. Jawabannya adalah karena Ia ingin kita menjadi anak-anak Allah, yang memiliki kasih tak terbatas seperti Bapa. Itulah sebabnya Ia mengajarkan-Nya kepada kita, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”

Karena itu jika kita ingin menjadi anak Allah, syaratnya adalah mengasihi orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat. Tuhan Yesus ingin kita menjadi serupa dengan Bapa dalam segala hal. Karena itu jangan pernah lagi bertanya mengapa Tuhan juga mengasihi orang yang tidak mengasihi-Nya, karena Ia mau kita menjadi teladan untuk kita supaya kita hidup dalam kasih. Mengasihi sesama kita, bahkan mengasihi musuh kita, orang-orang yang menganiaya kita. Sebab itulah yang Bapa inginkan di dalam Yesus dan di dalam kita sebagai anak-anak Allah.

Lalu Yesus berkata: Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?
Lukas 17:17-18

Bagikan Artikel: