Mengasihi Sesama

Alkitab mengajarkan bahwa kasih merupakan sesuatu yang harus kita kembangkan. Kasih bukan sekedar keinginan untuk berbuat baik, melainkan keputusan dan sikap melakukannya karena karena Allah mengasihi kita, maka kita yang sudah mengalami kasih, yaitu anugerah, belas kasihan, kebaikan dan pertolongan-Nya, seharusnya mengasihi orang lain meskipun kita harus berkorban untuk itu. Dasar kasih yang kita lakukan adalah respon kita kepada kasih Allah, kasih yang menunjukkan bahwa kita harus mampu menyamakan diri kita dengan orang lain baik dalam kebutuhan, pengharapan, kecemasan dan kegembiraannya. Kasih itu juga artinya memberi diri bagi orang lain atau mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Kasih juga adalah pemberian tanpa menuntut balasan. Kasih juga harus timbul dari dasar hati yang tulus, kasih tidak terwujud hanya karena ketertarikan kepada seseorang yang didasarkan pada status sosial, suku, orang-orang terdekat atau keluarga. Kasih itu bukan tentang jatuh cinta, tapi tinggal dalam cinta itu sendiri, sama seperti yang telah Yesus lakukan bagi hidup kita.

Sudahkah kita mengasihi sesama karena kita meneladani kasih Yesus. Ataukah kasih yang selama ini kita lakukan hanya karena ketertarikan kita kepada seseorang berdasarkan status sosial, jabatan atau hubungan keluarga. Jika demikian mari kita ubah cara kita mengasihi. Mari kita mengasihi karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita, mari kita mengasihi karena kita tahu semua orang butuh kasih seperti apa yang kita rasakan. Mari kita juga belajar mengasihi orang lain tanpa mengharapkan balasan. Sebab kasih yang Alkitab ajarkan adalah kasih yang sejati atau agape seperti yang Yesus telah teladankan kepada kita sebagai seorang guru kepada murid-muridnya. Selamat menjadi murid Kristus dengan cara mengasihi.

Dengan demikian semua orang akan tahu  bahwa kamu adalah murid-Ku yaitu jikalau kamu saling mengasihi.
Yohanes 13:35

Bagikan Artikel: