Mengakui Kelemahan untuk Menerima Kekuatan

Mengakui Kelemahan
Mengakui Kelemahan

Semua orang memiliki kelemahan dan kekurangan masing-masing dalam hidupnya yang berbeda satu dengan lainnya. Namun apakah kita cukup berbesar hati untuk menerima keterbatasan kita? Apakah kita cukup berani untuk terbuka di hadapan Allah atas segala kekurangan kita? Memang terlihat tidak masuk akal karena dalam pemahaman dunia memperlihatkan kekurangan adalah tindakan yang lemah. Namun di dalam Tuhan, konsep itu diubah. Saat kita mengakui kelemahan di hadapan Allah, maka saat itu pula kita akan menerima kekuatan dari-Nya. Seperti yang ditulis Paulus dalam 2 Korintus 12:10, “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

Mengakui dan menerima kelemahan di hadapan Allah adalah langkah awal untuk menerima pemulihan. Kita menyadari bahwa ketidaksempurnaan dan kekurangan yang kita miliki dapat menjadi batu sandungan untuk menggenapi rencana Allah dalam hidup kita. Kita merasa tidak sempurna dan membutuhkan bantuan dari yang lebih kuat dan berkuasa, maka kita akan datang pada Allah yang sanggup menyediakan kekuatan itu. Di dalam ruang yang kosong di hidup kita itulah, jika kita mau membukanya untuk Allah, maka Ia akan memenuhinya dengan kekuatan dan sukacita yang berkelimpahan. Karena itu mengakui kekurangan tidak selalu membuat kita menjadi semakin lemah, melainkan membuat kita menjadi semakin kuat.

Allah senang jika kita melibatkan-Nya dalam segala kesibukan setiap hari. Hal itu berarti bahwa hidup kita sangat bergantung kepada-Nya dan pada kuasa-Nya. Kekuatan Allah di dalam diri kita akan mengatasi segala kelemahan dan ketidakmampuan kita. Semakin kita menyadari ketidakberdayaan kita, semakin kita merasa membutuhkan Allah untuk menolong kita. Akan semakin besar pula kerinduan kita untuk dipenuhi oleh kuasa Allah dan semakin besar kekuatan yang akan kita dapatkan dari-Nya. Jadi bukan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi senantiasa melibatkan Allah. Saat kita merasa lemah dan tidak berdaya menghadapi situasi berat yang ada, datanglah kepada Allah agar Ia memampukan kita dengan kekuatan-Nya.

TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.

Mazmur 116:6

Bagikan Artikel: