Mengabaikan Tuhan

Mengabaikan Tuhan
Mengabaikan Tuhan

Saat Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Saat itu Marta ingin melayani Yesus dan murid-murid-Nya dengan sebaik-baiknya, sehingga ia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan ia mulai mengusik Maria, saudaranya, yang hanya duduk mendengarkan Yesus dan tidak membantunya sama sekali. Namun Yesus berkata: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya (Luk. 10:41-42).”

Kita pun pasti sering bersikap ‘sangat sibuk’ seperti itu. Kita mengerjakan banyak pelayanan dan mengorbankan waktu untuk terlibat banyak kegiatan, namun lupa menjaga hubungan dengan Tuhan dan memberi waktu untuk-Nya. Kita menyibukkan diri dengan banyak perkara sampai melewatkan hal yang terpenting. Kita melewatkan doa dan saat teduh pribadi, kita lupa mengisi firman ke dalam hati kita, karena kita menganggap kesibukan yang kita lakukan untuk Tuhan sudah cukup menyenangkan-Nya.

Sangatlah baik jika kita terlibat aktif dalam melayani Yesus di dunia ini dan menjangkau banyak orang melalui berbagai kegiatan, tapi jangan sampai kesibukan itu membuat hubungan kita dengan Tuhan menjadi renggang. Tuhan ingin agar kita selalu dekat dengan-Nya dan agar pekerjaan kita tidak ditujukan pada kepentingan-kepentingan lain, melainkan hanya untuk kepentingan Tuhan saja. Maka untuk semakin dekat dan menjaga hubungan dengan Tuhan, kita harus bijak mengatur setiap kesibukan agar tidak mengorbankan waktu terbaik dengan-Nya.

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Mazmur 62:2

Bagikan Artikel: