Mengabaikan Pengganggu

Mengabaikan Pengganggu
Mengabaikan Pengganggu

Kita pasti tidak asing dengan game dengan karakteristik di mana kita harus melewati suatu jalan atau jalur yang sudah ditentukan, namun akan menemui banyak musuh dan melewati banyak rintangan untuk sampai pada titik akhir dan memenangkan permainan. Sebagian “pengganggu-pengganggu” itu memang perlu dihadapi, namun sebagian yang lain hanya perlu diabaikan dan fokus pada tujuan akhir. Tentunya di antara setiap rintangan kita juga dapat menemukan poin dan bonus yang berguna untuk perjalanan kita dan sekaligus mewarnai jalannya permainan.

Hidup kita pun terkadang demikian adanya. Dalam setiap perjalanan kita akan menemui beberapa pengganggu dan rintangan. Semua itu akan menguji seberapa jauh kita sanggup berjuang dan melewatinya. Beberapa orang akan berusaha mengganggu dan beberapa keadaan dapat menjadi batu sandungan dalam hidup kita. Sebagian memang harus kita hadapi dan sebagian lagi hanya perlu kita abaikan. Kita harus fokus pada tujuan yang ingin kita capai. Jangan berjalan sendiri, berjalanlah bersama Tuhan. Biarlah kiranya kekuatan dari Tuhan yang menyertai kita untuk dapat melihat peluang di balik setiap rintangan.

Amsal 12:6 mengatakan bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak yang mengabaikan cemooh. Jangan biarkan cemooh dan kritik yang datang menghancurkan kita, tetapi pakai semua itu menjadi cambuk agar kita berlari semakin kencang dan kuat. Tuhan menciptakan kita sebagai pemenang-pemenang kehidupan. Kalau pun kita harus jatuh dan gagal, Tuhan tidak membiarkan kita berhenti terlalu lama. Ia memberi kesempatan yang baru dan kekuatan yang baru untuk memulai kembali perjalanan atau melanjutkan perjalanan yang sudah kita mulai. Kita harus mengatur fokus pada tujuan akhir yang akan kita peroleh sambil menikmati proses yang sedang kita jalani.

Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.

Amsal 12:16

Bagikan Artikel: