Meneladani untuk Menjadi Teladan

Meneladani untuk Menjadi Teladan
Meneladani untuk Menjadi Teladan

Siapakah yang berani mengatakan “Ikutlah teladanku”? Tidak banyak orang yang berani mengatakan hal demikian. Bahkan banyak Hamba Tuhan yang mengatakan, “Jangan pandang saya, pandanglah Kristus, saya hanya manusia biasa.” Terdengar sangat rohani bukan? Namun perkataan ini sebenarnya mengisyaratkan bahwa dirinya tidak bisa menjadi teladan bagi jemaatnya. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus berani mengatakan,”Ikutilah teladanku”, sungguh hal yang jarang kita dengar. Apakah dia berani mengatakan demikian karena dia seorang rasul? Tidak! Itu karena dia sendiri mengikuti teladan Kristus, dan karena hidupnya meneladani Kristus dia pun bisa menjadi teladan untuk orang lain. Dia juga mengatakan bahwa ada orang lain yang hidup sepertinya yang bisa menjadi teladan yang diikuti.

Menjadi teladan bukanlah perkara yang ditujukan untuk segelintir orang percaya, akan tetapi untuk semua orang yang percaya Kristus. Kristus memang menjadi teladan yang utama. Seperti Kristus kita pun harus menjadi teladan untuk orang lain. Orang yang bisa menjadi teladan, hanyalah orang yang hidupnya sungguh-sungguh dalam Tuhan. Sudahkah kita menjadi teladan bagi orang lain?

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Filipi 3:17

Bagikan Artikel: