Menceritakan Keburukan Orang Lain Memang Lebih Nikmat

Menceritakan keburukan orang lain memang lebih nikmat daripada mendengar kebaikkannya. Manusia berlomba-lomba untuk menghina sesamanya dan menganggap diri mereka lebih baik dari yang lain. Semakin buruk nasib seseorang, tukang gosip pun akan semakin bangga karena bisa meremehkan. Lalu siapa kita? Tukang gosip jugakah?

Seseorang yang lebih senang mendengar hinaan untuk sesamanya, itu tandanya bahwa di dalam hatinya tidak memiliki kasih. Bila kasih itu nyata dalam hidup kita, ketika kita mendengar seseorang menghina sesamanya, maka hati kita akan merasa kecut. Kita akan merasa iba.

Lebih baik kita menceritakan kebaikan Tuhan. Melalui kesaksian kita, jiwa-jiwa yang rapuh akan menjadi kuat, iman yang lemah kembali menyala-nyala dalam Tuhan. Tidak akan ada hati yang tersakiti, bila kita bersaksi bagi Tuhan.

Bagikan Artikel: