Mencari Arti Hidup

Mencari Arti Hidup
Mencari Arti Hidup

Di sebuah taman bermain, sosok badut tak lagi asing. Dengan bedak tebal, hidung bulat merah juga rambut kribo warna-warni kerap mengundang gelak tawa anak-anak. Taman bermain itu tidak berbayar sebab memang dibangun sebagai fasilitas umum. Dan badut-badut di sana kadang tidak mendapatkan hasil walau telah maksimal menghibur.

Salah satu badut itu adalah pengusaha kaya yang menyamar. Ia merasa jenuh dan ingin mencari tahu tentang arti kehidupan yang selama ini ia jalani. Ia merasakan lelah yang luar biasa tapi ada kedamaian di dalam hatinya. Ada rasa senang yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia menjumpai banyak senyum dan ucapan terima kasih dari anak-anak dan orang tua yang mengantar mereka. Dia merasa telah melakukan hal yang sangat berarti bagi mereka.

Ia menjadi sadar bahwa selama ini ia salah dalam menjalani hidupnya. Ia terlalu bekerja keras hanya untuk membuat kehidupannya sejahtera secara ekonomi tapi itu belum tentu telah melakukan hal yang berarti untuk keluarganya. Demi mengejar cita-citanya, ia telah mengabaikan keluarga. Ia memang telah menjadi kaya namun tidak bahagia.

Tuhan menciptakan manusia tidak untuk menjadi hamba uang, melainkan sebagai anak-anak yang mewarisi karakternya. Tuhan ingin kita selalu mengasihi, mengampuni, lemah lembut dan selalu taat pada-Nya. Tuhan tidak ingin kita menjadi pribadi yang egois.

jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah

Efesus 6:6

Bagikan Artikel: