Menangislah di Pangkuan Bapa

Menangis

Menangis

Sewaktu kecil, saya kerap diejek oleh teman-teman karena masih sering terjatuh ketika bersepeda. Rasa sakit yang saya rasakan bertumpuk-tumpuk, antara luka terjatuh dari sepeda dengan ejekan yang menyakiti hati. Seketika itu juga saya berlari pulang ke rumah. Saya mencari ayah dan menangis di pangkuannya. Saya menceritakan semuanya, termasuk apa yang dikatakan oleh teman-teman. Ayah tidak berbalik memarahi saya karena sepeda rusak, justru menenangkan saya dengan pelukan.

Begitu juga ketika kita memiliki beban hidup, mungkin tak seorang pun dapat membantu kita atau bahkan setiap hari kita hanya memperoleh hinaan. Datanglah pada Tuhan dan menangislah di pangkuan-Nya dalam doa. Tuhan mendengar semua keluh kesah. Tuhan mengerti semua beban yang kita pikul. Tuhan mengetahui semua hinaan yang kita terima. Sebab di dalam Tuhan ada kelegaan. Di dalam Tuhan ada damai sejahtera. Di dalam Tuhan ada berkat besar. Jangan takut menghadapi apa yang ada di dunia selama kita hidup dalam kebenaran.

Bagikan Artikel Ini :

Tags:

You might also likeclose