Menangisi Kekalahan

Menangisi Kekalahan
Menangisi Kekalahan

Dalam sebuah pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Ada seseorang yang menganggap bahwa kekalahan merupakan akhir dari segalanya. Kekalahan juga terkadang membuat seseorang menangis dan “membunuh” karakter mereka. Oleh sebab itu banyak manusia yang pada akhirnya tidak ingin meneruskan pertandingan.

Kekalahan bukanlah untuk ditangisi, namun kekalahan merupakan sebuah kesempatan di mana kita diberikan waktu untuk bisa menemukan kesalahan dan memperbaikinya. Kekalahan itu sendiri adalah kunci awal untuk sebuah kesuksesan dan ketika kita tidak ingin mencari kunci tersebut, maka kita tidak akan pernah sampai pada berkat yang akan Tuhan berikan.

Hadapilah kekalahan dengan kebesaran hati dan jangan iri hati dengan keberhasilan yang telah orang lain raih. Setiap orang memiliki berkatnya sendiri-sendiri dalam batas waktu yang telah ditentukan oleh Tuhan, jadi iri hati sangatlah tidak bermanfaat.

Jalan hidup kita tidak ditentukan oleh kekalahan yang telah menghampiri kita, namun ditentukan oleh sebarapa banyak kita bisa bangkit di atas segala kesabaran dan pengharapan kita di dalam Tuhan. Kejarlah Tuhan dan taatilah perintah-Nya, sebab di situlah berkat Tuhan berada.

Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

Mazmur 20:7

Bagikan Artikel: