Menanggung Kelemahan

Menanggung Kelemahan
Menanggung Kelemahan

Di dalam kita berhubungan dengan orang lain khususnya saudara seiman, baik di keluarga, lingkungan, maupun gereja, kita sudah seharusnya tolong-menolong, saling membantu satu sama lain. Ini bukan saja berlaku untuk ekonomi, tetapi juga dalam hal iman. Dalam hal iman kita juga menghadapi iman yang berbeda kekuatannya. Ada yang lemah, yang terlalu peka nuraninya, ada juga yang kuat.

Paulus juga menghadapi orang yang lemah imannya, maka dari itu dalam suratnya ke jemaat di Roma, Paulus menyampaikan bahwa yang kuat imannya harus menanggung orang yang tidak kuat imannya. Artinya, bila memang iman kita kuat maka pakailah itu demi kepentingan mereka yang tidak kuat, bukan demi kepentingan diri sendiri, bahkan sampai menghakimi orang yang lemah imannya. Bila kita memiliki iman yang kuat dan mendukung iman mereka yang lemah dalam doa atau tindakan, maka secara perlahan iman mereka akan menjadi kuat. Inilah yang akan mempersatukan kita dengan mereka sebagai satu kesatuan dalam tubuh Kristus.

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.

Roma 15:1

Bagikan Artikel: