Menanam Bambu

Menanam Bambu
Menanam Bambu

Di sebuah desa, ada tanah kosong yang sedang ditanami dengan bambu oleh salah seorang pemuda desa. Memang proses bertunasnya bambu tersebut tidak secepat saat menanam cabai. Pemuda itu pun sempat diolok-olok oleh warga desa karena dianggap usahanya telah gagal.

Setelah beberapa bulan, bambu itu bertunas lalu bertumbuh. Ketika angin ribut datang dan memporak-porandakan desa itu, ada banyak pohon tumbang namun pohon bambu tetap tegak berdiri. Pemuda desa pun menjelaskan bahwa saat belum bertunas, bambu itu sedang menumbuhkan akarnya ke dalam.

Kita sebagai orang Kristen, harus mampu menumbuhkan akar iman kita semakin dalam pada Tuhan agar saat badai cobaan melanda kehidupan kita, kita tidak tumbang. Iman dan percaya kepada Tuhan akan membuat kita tetap tegak berdiri tanpa patah semangat.

Mungkin saat ini ada begitu banyak hinaan yang kita terima, namun pada saatnya nanti Tuhan akan mengangkat kita tinggi-tinggi dan memberitahukan kepada dunia bahwa ada kemenangan di dalam Tuhan.

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Kolose 2:7

Bagikan Artikel: