Menahan Kesedihan

Menahan Kesedihan
Menahan Kesedihan

Saya mempunyai seorang teman. Pada mulanya ia terlihat sangat sehat hingga pada akhirnya menjadi sakit-sakitan. Tubuhnya begitu kurus dan semangat hidupnya seperti menghilang. Teman saya ini sangat tertutup sehingga tak satu orangpun mengerti apa yang sedang ia alami.

Rupanya ia telah menyimpan kekecewaan yang membuatnya sedih dalam jangka waktu yang cukup lama. Ia tidak berani untuk bercerita karena malu dan tidak ingin diejek oleh orang lain. Namun kekecewaan itu malah menggerogoti tubuhnya dan membuatnya sakit.

Sungguh tidak baik jika menyimpan kebusukan itu di dalam hati. Jika ada buah yang tidak dikonsusmsi dalam waktu yang lama maka akan membusuk dan mengeluarkan belatung. Begitu juga dengan hati yang terlalu menyimpan kekecewaan, maka akan menyakiti diri sendiri.

Cobalah untuk bisa terbuka kepada keluarga atau seseorang yang bisa dipercaya. Mulailah untuk bisa terbuka kepada Tuhan, maka Tuhan akan menuntun apa yang akan kita lakukan setelahnya demi kebaikan kita sendiri. Buanglah sampah-sampah hati yang dapat meracuni kehidupan kita.

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.

Amsal 15:13

Bagikan Artikel: