Mempertahankan Teman yang Baik

Teman yang Baik
Teman yang Baik

Ada sebuah kapal yang hampir karam. Di dalam kapal itu hanya tersisa satu sekoci dan satu pelampung. Kedua sahabat memutuskan untuk menaiki sekoci, namun yang menjadi masalah adalah pembagian pelampung.

“Salah satu di antara kita akan mati sebab hanya tersisa satu pelampung. Akan lebih adil jika kita membuangnya saja.”

“Tidak. Biar aku yang memakainya. Jika sekoci ini pun tenggelam, maka aku masih bisa membuatmu tetap mengapung bersamaku.”

Kisah di atas mengajarkan bahwa seorang sahabat tidak akan membiarkan kawannya menderita, berbagai cara akan dilakukan akan mereka bisa selamat bersama-sama. Begitu juga ketika kita memiliki sahabat, sahabat yang baik tidak akan pernah membiarkan kita celaka.

Jika saat ini kita telah memiliki sahabat baik, jangan pernah tinggalkan sahabatmu untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Teman yang baru belum tentu baik sebab kita tidak mengetahui karakternya.

Teman dan sahabat yang baik akan membuat kehidupan kita menjadi baik. kebaikan itulah yang pada akhirnya akan menjadi berkat bagi sesama. Namun ketika kita bergaul dengan teman-teman yang buruk, maka kehidupan kita juga akan ikut buruk dan tanpa kita sadari, kita telah jatuh ke dalam dosa.

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik

1 Korintus 15:33

Bagikan Artikel: