Memperkatakan yang Baik

Memperkatakan yang Baik
Memperkatakan yang Baik

Ada seorang ibu yang dalam hidupnya selalu mengeluh. Ketika dirasanya ada sakit penyakit yang datang menghampiri tubuhnya, yang sebenernya begiu ringan, ibu itu mengatakan bahwa penyakitnya sangat parah. Dia mengeluhkan penyakitnya tersebut kepada semua orang yang ia temui sampai tubuhnya benar-benar mengalami penyakit yang berat.

Berbeda halnya dengan seorang pemuda yang dalam pekerjaannya  tidak pernah tepat waktu. Pemuda itu mengeluh bahwa pekerjaannya sangat sulit sehingga membuatnya tidak bisa mengerjakan tepat waktu. Dan memang benar bahwa pekerjaannya tidak ada yang beres dan membuatnya harus diberhentikan dari tempatnya bekerja.

Perkataan yang keluar dari mulut akan terdengar oleh telinga sehingga mempengaruhi seluruh bagian tubuh manusia. Saat kita meperkatakan yang buruk dan meyakini bahwa kita sakit, bersedih hati, kecewa, dan rasa-rasa negatif lainnya, maka akan membuat daya tahan tubuh menurun. Itulah mengapa di dalam firman dikatakan bahwa hati yang gembira adalah obat.

Kita harus bisa mengerjakan segala sesuatu dengan penuh percaya diri. Kita harus bisa meyakinkan diri sendiri bahwa kita bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik sehingga rasa malas itu tidak masuk ke dalam pikiran kita. Sebab, perkataan yang buruk akan membuat seluruh kehidupan kita menjadi buruk. Sedangkan ketika kita memperkatakan yang baik dengan penuh suka cita juga iman, maka kehidupan kita akan semakin bersinar.

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Amsal 16:24

Bagikan Artikel: