Memento Mori

Memento Mori
Memento Mori

Ada sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang sering dipakai gereja untuk mengingat mereka yang telah mendahului kita dan mengingatkan kita akan kematian, Memento mori. Artinya adalah “Ingatlah akan kematianmu” atau “Ingatlah untuk mati.”

Mungkin bagi sebagian orang, kematian adalah momok yang menakutkan dan menyedihkan. Selain karena kita tidak mengetahui apa di balik kematian itu sampai benar-benar mengalaminya, kematian juga memisahkan kita dengan orang-orang terkasih. Dalam Filipi 1:21 Paulus bersaksi bahwa baginya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Ia ingin agar Kristus dimuliakan oleh hidup dan matinya. Jika Paulus harus hidup di dunia, itu berarti ia harus bekerja memberi buah. Sementara jika ia pergi maka ia pergi untuk tinggal bersama-sama dengan Kristus.

Kita percaya bahwa Kristus telah mati, bangkit, dan naik ke sorga. Tidak hanya sampai di situ, Ia juga menjanjikan keselamatan dan kehidupan yang kekal melalui pengampunan dosa. Kita juga percaya bahwa mereka yang telah meninggal di dalam-Nya akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Karena Kristus adalah kebangkitan dan hidup, kita bisa mempercayakan kepada-Nya apa yang akan terjadi dengan hidup kita sesudah kematian. Jadi saat kita masih diberi kesempatan, hiduplah untuk Kristus, hiduplah sebagai pelayan dan saksi Kristus di dunia ini. Kita harus menjalani hidup secara bijak, agar meninggalkan arti untuk kemuliaan Allah di dunia ini. Dan jika waktu kita berakhir dan kita dipanggil pulang, kita akan siap karena kita percaya bahwa setiap orang yang berkenan kepada-Nya akan melihat kemuliaan Allah.

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”

Yohanes 11:25

Bagikan Artikel: