Membuka Hati, Membuka Berkat

Membuka Hati, Membuka Berkat
Membuka Hati, Membuka Berkat

Ada keluarga yang baru saja menempati rumah di depan rumah saya. Sepasang suami-istri tersebut memliki satu orang anak berusia satu tahun. Keluarga ini jarang menyapa tetangganya dan hampir tidak pernah menampakkan batang hidungnya.

Suatu hari istrinya berkunjung ke rumah dan sedikit bercerita. Mereka sedang mengalami kesulitan ekonomi dan tidak menyangka bahwa pernikahan mereka membuat hidupnya semakin terpuruk. Sang istri ini jarang terlihat tersenyum. sehari-hari berwajah cemberut dan mudah emosi. Biasanya jika seseorang mengalmi kesulitan ekonomi akan mudah sekali untuk marah.

Seringkali uang telah mengendalikan kehidupan manusia. Uang dapat membuat seseorang menjadi sedih, marah, senang dan terkadang sampai menjadi hakim atas kehidupan. Sesungguhnya uang bukanlah segala-galanya, Tuhan Yesus-lah segala-galanya dalam kehidupan kita.

Menerima dan menyukuri berkat yang sudah Tuhan berikan rupanya sulit dilakukan oleh beberapa orang. Mereka selalu melihat kesuksesan orang lain dan menimbulkan iri dalam hatinya sehingga selalu merasa berkekurangan. Saat kita mampu membua hati kita untuk Tuhan, maka Tuhan juga akan membuka berkat-Nya untuk kita.

Tetapi ia sadar akan keangkuhannya itu dan merendahkan diri bersama-sama dengan penduduk Yerusalem, sehingga murka TUHAN tidak menimpa mereka pada zaman Hizkia.

2 Tawarikh 32:26

Bagikan Artikel: