Membuang Kepahitan

Bila kita mempunyai kepahitan, kita tidak bisa membiarkan kepahitan itu untuk melekat terlalu lama dalam hati kita. Kita harus segera melepaskannya dan membuangnya agar tidak kembali lagi dalam hidup kita. Kepahitan hanya akan membuat kita kehilangan damai sejahtera.

Kepahitan tidak bisa dilepas lalu dibuang dengan sembarangan. Ibarat sampah yang kita buang seenaknya, sampah itu akan tetap terlihat. Begitu juga dengan kepahitan, bila dengan asal-asalan kita “membuangnya” maka kita akan dengan mudah mengingatnya dan kekecewaan itu akan tumbuh kembali.

Kita membutuhkan tempat yang bisa menampung banyaknya “sampah” hati. Tempat itu dinamakan pengampunan. Dengan mengampuni, maka semua kekesalan, luka hati dan kepahitan akan lenyap tanpa bisa kembali lagi.

Ketika kita berhasil mengampuni, maka kita akan bisa bersaksi tanpa merasakan sakit hati. Pengampunan yang tak terbatas hanya akan kita dapatkan bila kita hidup dekat dengan Tuhan. Tanpa Tuhan, kita tidak akan memiliki kekuatan untuk mengampuni.

Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.

Markus 11:25

Bagikan Artikel: