Membiasakan Kesabaran

Kesabaran
Kesabaran

Beberapa tahun lalu terjadi perkelahian dua tokoh politik saat sedang live di stasiun televisi luar negeri. Mereka ini adalah para bintang tamu yang menjadi narasumber di acara tersebut. Perdebatan mereka berubah ricuh saat salah satu bintang tamu merasa tersinggung dan tersulut emosinya atas ucapan bintang tamu yang lain. Akhirnya mereka saling mengancam dan melayangkan pukulan satu sama lain. Tidak sampai disitu, mereka saling kejar dan melemparkan barang-barang yang ada di studio saat itu. Sampai akhirnya sejumlah crew turun ke lokasi untuk memisahkan mereka. Meski disaksikan langsung oleh ribuan pasang mata, namun hal itu ternyata tidak cukup membuat beberapa orang mampu menahan kemarahannya karena hal tertentu.

Kemarahan adalah suatu hal yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kemarahan dapat meledak kapan saja, entah karena masalah kecil seperti perbedaan pendapat dan juga karena masalah besar seperti penipuan dan pencurian. Kemarahan yang tidak bisa dikelola dengan baik hanya akan membuat kita mengalami kepahitan. Karena itu kita harus menjaga hati dan kepala tetap dingin, jangan mudah terpancing dengan situasi yang tidak kondusif. Tidak seorang pun dapat mengendalikan keadaan jika dirinya tidak dapat mengendalikan kemarahan. Selain itu, kemarahan yang tidak terkendali hanya akan mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak baik dan berujung pada penyesalan.

Jadikan kesabaran itu menjadi sebuah kebiasaan. Karena apapun yang sudah menjadi kebiasaan, cepat atau lambat akan lekat dengan karakter kita. Berusahalah untuk memberi balasan dengan cara yang lebih bijak, misalnya menunjukkan letak kesalahan orang tersebut sehingga ia tidak dapat menyangkalnya lagi. Tanggapi pernyataan pedas, kritik tajam, bahkan hinaan dengan santai, bukan untuk mempermainkan mereka tetapi lebih kepada mendinginkan situasi. Berusahalah untuk bersabar terhadap semua orang, berusahalah untuk mendengar dan memahami mereka. Melalui kesabaran yang kita tunjukkan, kita juga belajar untuk berbagi kasih kepada orang lain. Jadikan kesabaran itu sebuah kebiasaan, maka apapun yang kita alami, siapapun yang kita hadapi, dan keadaan seperti apapun yang terjadi, kita tetap mampu menjadi contoh nyata pribadi yang dewasa dalam iman, sikap, dan pemikiran.

Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Amsal 14:17

Bagikan Artikel: