Memberi, Memberi dan Memberi

Seekor anak semut untuk pertama kalinya ikut ibunya pergi mengumpulkan makanan. Setelah mendapatkan makanan, Ibu semut kemudian menuju barisan untuk kemudian memberikan makanan itu kepada teman-temannya untuk dikumpulkan. Sepanjang hari kegiatan itu terus dilakukan, namun tak membawa pulang makanan yang banyak. Itulah yang menjadi pertanyaan anak semut.

“Ibu, mengapa ibu tadi terus-menerus memberi? Padahal kita sudah bersusah payah mengumpulkan makanan.”

“Kita memberi untuk bertahan hidup. Dengan memberi suatu saat kita pasti akan diberi. Cukuplah dengan apa yang ada pada kita sekarang ini.”

Dan ketika musim hujan datang, para semut tidak bisa keluar untuk mencari makanan. Pada saat itulah lumbung makanan dibuka dan kemudian mulai dibagikan. Tidak ada semut yang kelaparan. Anak semut pun menjadi mengerti arti dari memberi.

Tuhan seringkali mengajarkan kepada kita melalui firman-Nya untuk selalu memberi. Memberi tanpa dipengaruhi waktu dan keadaan. Memberilah kapapun dan dimanapun selagi kita mampu melakukannya. Memberi tidak akan membuat kita kekurangan. Dengan memberi, tanpa disadari iman kita pun semakin dikuatkan. Rata-rata orang takut untuk memberi sebab dapat mengurangi hartanya. Namun sebagai orang yang percaya, kita tidak menjadi takut memberi sebab Tuhan akan selalu memberkati.

Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Lukas 6:30-31

Bagikan Artikel: