Memberi Hidup yang Bermanfaat Bagi Sesama

Seekor laba-laba telah berhasil menyelesaikan sarangnya dengan cepat. Laba-laba itu kemudian menghampiri kawannya seekor ulat bulu dan menghinanya, “Hei ulat bulu! Kenapa kerjamu lambat sekali? Lihat sarangku sudah selesai, sementara kamu masih menenun.”

Ulat bulu pun menjawab dengan santai, “Sarangmu memang lebih cepat selesai namun sangat rapuh. Bila ada binatang yang lebih berat, maka sarangmu akan terputus dan hancur. Sedangkan aku sedang menenun benang yang kuat. Memang dibutuhkan waktu yang lama tapi kualitasnya akan jauh lebih baik.”

Kualitas hati seseorang tidak ditentukan dari seberapa cepat ia mampu menyelesaikan persoalan, melainkan dari berapa lama ia mampu bertahan dalam kesabaran. Begitu juga dengan kualitas hidup manusia, tidak ditentukan dari panjang atau pendeknya usia. Kehidupan yang berkualitas adalah kehidupan yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.

Amsal 3:18

Bagikan Artikel: