Membeli Kenyamanan

Ada seseorang yang berpindah dari toko satu ke lainnya. Raut wajahnya tampak tidak bahagia. Kemudian bertemulah ia dengan seseorang yang menyarankannya pergi pada seorang tabib. Setelah menceritakan kondisinya, tabib itu memberikan sebuah resep.

Dibacalah resep itu “rumah”. Ia tidak mengerti namun tetap mengikuti petunjuk tabib. Ia pulang ke rumah dan berdiam di dalamnya selama beberapa hari. Ia merasa semakin kesepian karena tidak bisa pergi bekerja. Istri dan anak-anaknya juga jarang berada di rumah.

Karena kondisinya semakin buruk, ia kembali kepada tabib itu. Tabib pun memberikan resep kedua.  “Istri” begitulah isi resep kedua. Ia pun semakin kebingungan. Ada apa dengan istrinya? Istrinya begitu sibuk dan apakah harus berdekatan setiap saat atau mengajaknya makan malam. Dan saat istrinya pulang ke rumah, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun ia menyapa istrinya dan berbicara. Ia mempersiapkan makan malam juga hadiah. Tiba-tiba di dalam hatinya dipenuhi rasa hangat juga kenangan-kenangan manis. Rasanya sudah sangat lama ia tidak merasakan kehangatan seperti itu. Dan ia pun mengulanginya berkali-kali.

Ia telah menjadi bahagia namun masih ada bagian yang hilang. Ia mencoba kembali pada si tabib, lalu diberikannya resep ketiga “anak-anak”. Seketika itu juga menangislah dirinya. Ia sadar bahwa selama ini telah mengabaikan anak-anaknya demi mengejar kekayaan. Ia pun segera pulang ke rumah dan menunggu anak-anaknya. Begitu anak-anaknya kembali, ia langsung memeluk mereka dan meminta maaf. Ia menyadari bahwa kenyamanan tidak akan pernah bisa ia beli, sebab kenyamanan sejati adalah keluarga.

Jangan mencari kenyamanan di luar sebab sifatnya hanya sementara. Kenyamanan yang kita butuhkan ada di dalam keluarga. Tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan kasih dari istri atau suamimu. Tidak ada juga yang bisa menggantikan pelukan dari anak-anakmu. Mereka semua adalah anugerah yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita.

Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

2 Yohanes 1:6

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose