Membawa Beban

Membawa Beban
Membawa Beban

Anak laki-laki itu harus membawa beban setiap pagi ketika hendak pergi ke sekolahnya. Sebuah bakul besar berisi sayuran harus ia bawa dengan kedua tangannya untuk diberikan kepada ibunya di pasar. Selama bertahun-tahun ibunya bertahan untuk berjualan di pasar, dan selama itu pula, anak itu harus membawa bakul-bakul besar dengan kedua tangannya.

Tanpa disadari, otot-otot pada lengannya mulai membesar dan seorang guru menyarankan kepadanya unutk mengambil kelas angkat besi. Anak itu setiap hari beraktifitas dengan memasangkan besi-besi di sekeliling lengannya. Ketika beban-beban pada lengannya dilepaskan, maka ia dengan sangat mudah mengangkat beban besi pada saat berlatih. Ia pun berhasil meraih juara pada saat lomba angkat besi dan dia menyadari bahwa beban itu membuatnya semakin kuat.

Ya, beban hidup itu adalah untuk membuat kita menjadi pribadi yang kuat. Ketika Tuhan mempercayakan suatu beban kepada kita, tidak perlu ditolak atau kita menjadi marah-marah kepada-Nya. Di balik semua beban itu, Tuhan telah sediakan kemenangan bagi kita sebab saat kita mau bertahan dalam prosesnya Tuhan maka kita akan berhasil melaluinya.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.

Matius 11:29-30

Bagikan Artikel: