Membangun Kebenaran Sendiri

Paulus mengetahui bahwa jemaat Roma orang bukanlah jemaat yang pengangguran melainkan mereka adalah orang-orang yang sangat giat dalam melayani Tuhan. Mereka juga memiliki semangat yang tinggi dalam melayani Tuhan, namun semangat yang tinggi tidak digunakan dengan pengertian dan pengetahuan yang benar. Mereka telah kehilangan kebenaran Allah, jika mereka kehilangan kebenaran Allah maka mereka sesungguhnya telah kehilangan Allah. Sebab tidak ada kebenaran tanpa Allah.

Karena mereka tidak mengenal kebenaran, akhirnya mereka membangun kebenaran mereka sendiri. Dengan kata lain mereka sudah tunduk kepada Allah, namun tidak takhluk kepada kebenaran. Hal ini terjadi karena ada dua kemungkinan, yang pertama mereka mungkin bertobat karena berita Injil yang mempunyai kekuatan untuk menghancurkan segala konsep pikiran mereka yang salah, dan yang kedua mereka tetap tidak mau bertobat, yang merasa sok tahu dan sok pintar dan merasa diri pantas untuk masuk surga. Paulus mengatakan bahwa orang-orang seperti ini perlu diselamatkan sebab mereka belum selamat.

Lalu bagaimana dengan kita, bukankah di era kita ini kita juga sering mendapati orang-orang seperti jemaat Roma. Mereka membangun kebenaran mereka sendiri lewat pengalaman-pengalaman hidup yang mereka jalani atau mereka lihat. Mereka tidak lagi menjadikan firman Tuhan sebagai landasan kebenaran dalam hidup mereka. Orang-orang ini kelihatannya rohani tapi pada hakekatnya ibadah mereka tidak berarti apa-apa, karena sesungguhnya mereka telah kehilangan kebenaran sejati mereka, yaitu Pribadi Allah.

Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
Roma 1:22 (TB)

Bagikan Artikel: