Memaknai Hidup

Akhir-akhir ini berita kematian bukan lagi menjadi hal yang mengejutkan, karena hampir setiap hari kita mendengar berita kematian. Kematian bisa kapan saja mendatangi kita, namun apakah kita telah memaknai hidup kita dengan benar. Memaknai kehidupan artinya hidup yang diisi dan berfungsi benar untuk kemuliaan nama Tuhan. Bagi kita orang percaya, hidup atau mati adalah anugerah. Kematian disebut anugerah karena bagi orang percaya kematian merupakan perjumpaan yang indah dan kekal bersama Yesus. Demikian juga hidup adalah anugerah, kita bisa memaknai hidup ini untuk berbuat bagi Tuhan. Memaknai kehidupan artinya kita mengisi kehidupan dengan memberi buah, perbuatan baik dan kebenaran, termasuk buah jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Kristus. Komitmen hidup seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh orang percaya karena mengingat kedatangan Kristus sudah dekat. Baik mati atau hidup bukanlah sesuatu yang bisa kita pilih.

Karena itu selagi kita masih diberi kesempatan, mari kita pergunakan hidup dan memaknainya dengan benar. Melakukan segala perbuatan baik, perbuatan benar dan menghasilkan jiwa bagi Tuhan. Jika waktunya telah tiba kita dipanggil Tuhan, kita telah menghasilkan buah bagi kemuliaan nama Tuhan, dan kita akan menerima mahkota dari perbuatan-perbuatan kita. Selamat memberi buah bagi Tuhan.

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Filipi 1:21-22

Bagikan Artikel: