Melupakan yang di Belakang

Melupakan
Melupakan

Paulus mengumpamakan dirinya sebagai seorang pelari dalam suatu gelanggang pertandingan. Tentu ada maksud yang sangat dalam untuk hal ini. Yang dimaksud dengan yang di belakang adalah saat di mana PaulusĀ  belum menerima Kristus sebagai Juruselamat. Saat di mana Paulus belum mengenal siapa Yesus sebenarnya. Saat di mana Paulus memberontak kepada Allah. Dalam mata manusia kehidupan Paulus saat itu merupakan kehidupan yang dapat dikatakan sukses menurut orang Yahudi. Paulus yang waktu itu bernama Saulus adalah orang yang ternama, berpendidikan sangat baik.

Namun Paulus tahu bahwa hal itu bukanlah hal yang patut dipertahankan, akan tetapi sebaliknya adalah hal yang harus dilupakan. Latar belakangnya adalah hal yang sia-sia. Yang harus dilakukannya adalah mengarahkan diri kepada apa yang dihadapannya, yang didepan, yang menjadi tujuan, seperti seorang pelari yang hanya memandang ke depan pada tujuan akhirnya.

Kita pun harus seperti Paulus. Memandang ke depan, bukan memandang latar belakang kita, entah itu baik atau buruk di mata kita. Latar belakang yang buruk tidaklah menjadi batu sandungan bagi kita untuk melangkah maju. Latar belakang yang baikpun tidak bisa menjadi landasan yang kita banggakan dalam mengikut Kristus. Yang harus kita lakukan adalah tetap mengejar masa depan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.

Saudara-saudara, aku sendiriĀ  tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan. Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.

Filipi 3:13

Bagikan Artikel: