Manusia yang Sebenarnya

Manusia yang Sebenarnya
Manusia yang Sebenarnya

Manusia didefinisikan sebagai makhluk yang memiliki roh juga jiwa dan tinggal dalam sebuah tubuh. Ini merupakan sebuah keajaiban dari hidup kita. Bahwa kita adalah unsur dari tiga hal tersebut, yaitu roh, jiwa dan tubuh. Suatu kesatuan, tidak terpisahkan. Jika salah satu dari mereka (maksudnya tiga unsur di atas) bermasalah, maka bermasalahlah diri kita, baik itu tubuh, atau jiwa maupun roh kita.

Roh kita adalah esensi dari hidup kita sebagai manusia. Ketika kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka roh kita menjadi baru.

Mari kita lihat apa saja yang diperlukan manusia. Tubuh kita membutuhkan makanan, agar terpelihara dengan sempurna, seperti nasi, roti, sayur, buah, susu dan lain sebagainya. Kita mengetahui apa yang baik untuk tubuh kita.

Jiwa kita juga butuh makanan, sehingga memiliki jiwa yang sehat. Makanan jiwa adalah informasi-informasi yang mengisi pikiran kita, dari sekolah, televisi, internet dan yang lainnya. Kita juga belajar untuk menyaring apa yang berguna untuk dikonsumsi oleh jiwa kita sehingga ‘ia’ tidak menjadi sakit.

Demikian juga roh kita, ia punya makanannya sendiri, yaitu firman yang keluar dari mulut Allah. Kita bisa terima dari Alkitab, khotbah-khotbah, lagu-lagu pujian dan lain sebagainya. Dan apa yang “dimakan“ oleh roh kita, juga menjadi penentu bagi roh kita untuk bertumbuh dengan benar atau tidak.

Sangatlah penting kita memperhatikan hal ini bahwa“roh” kita tidak terlihat secara natural namun “roh” yang bertumbuh benar atau tidak, itu akan terlihat. Karena setiap roh yang bertumbuh akan menghasilkan buah. Buah-buah roh kita akan terlihat dari kehidupan kita. Apakah kita memberi makan roh kita dengan baik atau hanya memberi makan tubuh jasmani kita saja. Ini penting untuk kita seimbangkan. Tidak hanya memberi makan tubuh kita secara teratur dan memperhatikan gizi-nya, atau hanya memberi makan jiwa kita dengan belajar banyak hal dan membuat jiwa kita bertumbuh dewasa. Namun di atas segalanya adalah roh kita harus diberi makan dengan firman Allah setiap hari. Maka jika ketiga hal itu seimbang, kitalah yang disebut “manusia” yang sebenarnya.

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Matius 4:4

Bagikan Artikel: