Manis yang Menyesatkan

Manis yang Menyesatkan

Manis yang Menyesatkan

Saat itu pada waktu petang, Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas istana. Maka tampaklah padanya dari atas istana itu seorang perempuan sedang mandi, perempuan itu sangat cantik, dia adalah Batsyeba, isteri Uria. Dan setelah kejadian itu ia melakukan hal yang jahat di mata Tuhan. Daud menempatkan Uria di barisan depan dalam pertempuran supaya ia terbunuh mati dan mengambil Batsyeba sebagai isterinya.

Iblis kerap menawarkan hal yang manis dan menggiurkan untuk mengikat hati manusia. Banyak hal yang membutakan mata dan hati, yang berujung pada kejatuhan dalam dosa. Tidak sedikit pula orang yang terkena perangkap buruknya. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menuliskan: “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun (1 Kor. 6:12).” Berhati-hatilah terhadap setiap tawaran yang bisa menjadi celah bagi iblis untuk membuat kita terpesona dan tergoda.

Semua yang diciptakan Tuhan adalah baik adanya jika ditempatkan pada fungsi yang seharusnya. Kita diberi banyak kesempatan untuk merasakan hal indah dan manis, itu karena hidup kita berlimpah kasih dan berkat dari Tuhan. Semua kesempatan itu harus tetap membuat hidup kita kudus dan berkenan di hadapan-Nya. Karena itu, berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan, roh memang penurut, tetapi daging lemah. Pakailah firman Allah sebagai tameng untuk menjaga kita dari segala godaan manis yang menyesatkan.

Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar.

1 Yohanes 3:7

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose