Lihatlah Mereka

Lihatlah Mereka
Lihatlah Mereka

Ada seorang anak yang membuang-buang makanannya. Anak itu merasa makanan yang ada di rumahnya kurang enak sehingga ia tidak mau memakannya. Ketika anak itu diajak ibunya untuk pergi mengunjungi pamannya, berhentilah pandangannya terhadap seorang anak laki-laki yang seusia dengannya sedang mengais tempat sampah. Anak itu kemudian bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa anak itu mengais sampah?”

Ibu menjawab, “Untuk membeli nasi, Nak.”

Lain halnya dengan seorang karyawan yang mulai bosan bekerja. Ia merasa bahwa pekerjaannya membuat hidupnya jalan di tempat tanpa membuahkan hasil yang membahagiakan. Suatu kali seorang karyawan itu memilih untuk lari pagi saat libur tiba. Ia melihat pagi-pagi benar ada seorang nenek yang mendorong gerobak untuk menjual nasi. Ia pun menjadi sadar bahwa nasibnya sebagai seorang karyawan masih jauh lebih baik dibandingkan dengan nenek itu.

Jika kita tidak bisa bersyukur atas hidup yang sudah Tuhan berikan, maka lihatlah mereka! Lihatlah orang-orang yang harus bersusah payah untuk mendapatkan sesuap nasi namun mereka tidak pernah mengeluh. Keluh kesah tidak akan pernah bisa mempertahankan kehidupan, sebab kehidupan dibangun di atas dasar iman dan usaha keras.

Apa yang sedang kita kerjakan saat ini, mari kerjakan dengan sebaik-baiknya. Apa yang kita miliki saat ini, marilah kita ucapkan syukur kepada Tuhan. Dan apa yang sudah kita nikmati sepanjang hidup ini, kita tidak melupakan Tuhan dan harus mampu berbagi dengan sesama.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Mazmur 139:14

Bagikan Artikel: