Lidah Seringkali Menggoreskan Luka

Kita memang tidak bisa menahan lidah untuk tidak berbicara sepanjang hari. Namun ketika kita membiarkan lidah berkata-kata, seringkali lidah mengeluarkan perkataan yang seharusnya tidak kita sampaikan ke orang lain.

Lidah kita sering gegabah, tidak terkontrol, yang pada akhirnya berubah menjadi pisau yang siap melukai perasaan orang-orang di sekitar kita. Karena lidah kitalah mereka menjadi marah, sakit hati atau bahkan menimbulkan permasalahan yang rumit dan memutuskan untuk menjauhi kita.

Ketika kita semakin banyak bicara, maka kemungkinan kita akan melakukan banyak kesalahan. Oleh sebab itu belajarlah untuk lebih banyak mendengar dan lebih sedikit berbicara. Berdoalah agar Roh Tuhan senantiasa berjaga-jaga di depan mulut kita agar setiap perkataan yang kita ucapkan tidak menimbulkan permusuhan.

Sebuah kapal yang begitu besar hanya dikendalikan oleh kemudi yang kecil, begitu juga dengan kehidupan kita dikendalikan oleh lidah. Maka serahkanlah hidup kita termasuk lidah kepada Tuhan agar penuh hikmat dan menjadi berkat.

Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.

Amsal 15:4

Bagikan Artikel: