Lepaskanlah untuk Tuhan

Meme saat itu baru saja menerima gaji bulanannya. Ia memiliki keinginan untuk menabung walau sedikit, namun rupanya kondisi mengharuskannya untuk memberikan uang itu kepada orang lain. Meme seringkali mengalami hal tersebut, ia dituntut untuk selalu memberi hingga pada akhirnya ia merasa lelah. Hatinya menjadi berat untuk melakukannya. Meme selalu bertanya kepada Tuhan, “Mengapa aku harus selalu memberi kepada orang-orang yang membutuhkan sementara aku sendiri masih membutuhkan?”

Setiap kali Meme berdoa menjelang tidur, ia selalu diingatkan untuk memberi kepada hamba Tuhan. Ketika ia mengabaikannya dan menolak untuk memberi, hati Meme selalu gelisah. Dari sini Meme mulai belajar bahwa ia harus rela melepaskan berkat untuk menjadi berkat bagi orang lain. Meme menyadari bahwa damai sejahtera, kesehatan seluruh keluarganya, serta pemeliharaan Tuhan tidak sebanding dengan apa yang ia berikan.

Mungkin kita pernah merasa lelah untuk memberi. Mungkin kita ingin memiliki uang yang banyak tanpa harus dibagi dengan orang lain. Namun saat kita benar-benar hidup dekat dengan Tuhan, maka kita akan selalu diberikan kekuatan. Kita akan selalu dipelihara. Dan kita juga akan selalu diuji apakah kita mampu menjadi berkat bagi orang lain? Dan akan selalu ada penghargaan dari Tuhan bila kita bisa melakukannya.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Lukas 6:38

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose