Kuasa Pujian Penyembahan

Kuasa Pujian Penyembahan
Kuasa Pujian Penyembahan

Alkitab mencatat tembok Yerikho yang sedemikian tebal bisa runtuh karena bangsa Israel berjalan mengelilinginya dengan iman selama tujuh hari dan mereka bersorak dengan nyaring bagi Tuhan. Dan juga saat Paulus dan Silas berada di penjara, mereka tetap berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Sehingga terjadi gempa bumi hebat, pintu-pintu penjara terbuka dan ikatan yang membelenggu mereka terlepas.

Bagi beberapa orang pujian penyembahan dalam ibadah ataupun dalam keseharian tidak lebih dari sekedar hiburan. Karena itu lagu yang dinyanyikan harus indah dan terkenal, suara penyanyi harus merdu, dan musik harus memukau. Bagi beberapa orang, pujian penyembahan tidak lebih dari pemanasan sebelum masuk inti ibadah yaitu mendengarkan firman Tuhan. Sebagian lagi menganggap pujian penyembahan sebagai kegiatan menyanyi bersama, yang penting keluar suara. Padahal kuasa di baliknya sangat besar jika dilakukan dengan niat dan cara yang benar.

Pujian penyembahan bertujuan untuk memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan serta bersyukur buat berkat-Nya yang tercurah. Namun bukan itu saja, pujian yang keluar dari hati dan dinyanyikan dengan sungguh-sungguh juga akan membawa sukacita dan kekuatan baru dalam hidup kita, terlebih saat menjalani hari-hari yang sulit. Pujian yang kita naikkan kepada Tuhan memiliki kuasa. Melalui pujian itu, kuasa Tuhan akan turut bekerja mendatangkan pemulihan dan keajaiban luar biasa. Karena itu, setiap kali ada kesempatan untuk memuji Tuhan lakukanlah dengan segenap hati.

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Mazmur 100:4

Bagikan Artikel: