Kitab Kehidupan

Kitab Kehidupan
Kitab Kehidupan

Saya mengenal seorang wanita karir yang juga adalah seorang ibu muda yang pandai, dan saya cukup mengaguminya. Sayangnya, dia “sedikit” ceroboh dan pelupa. Pada satu kesempatan saya menyarankannya untuk lebih banyak membaca (saya tahu dia bukan tipe orang yang suka membaca), karena saya yakin banyak membaca akan membantunya untuk mengingat lebih baik dan bertindak lebih hati-hati (banyak penelitian sudah membuktikannya). Dan, ketika saya menyarankannya untuk membaca Alkitab, jawabannya yang spontan ternyata mengejutkan saya. “Aduh bu, tidak ada waktu buat membaca Alkitab. Sibuk!”

Sebagai orang Kristen, kita memiliki salah satu warisan paling berharga sepanjang sejarah, itulah Alkitab. Kalau ada orang-orang yang masih harus melakukan ritual atau menaati aturan tertentu sebelum membaca kitab suci mereka, kita tidak perlu melakukannya. Kalau ada kitab suci yang hanya boleh dipelajari dalam bahasa aslinya, Alkitab justru sebaliknya; kita bisa membacanya dalam berbagai bahasa, baik dalam bahasa asli maupun bahasa yang kita mengerti sekarang. Kalau ada kitab suci yang hanya boleh diperbanyak dalam jenis atau metode tertentu, Alkitab bisa kita baca dalam bentuk gulungan atau buku, bahkan software seperti yang sudah ada saat ini.Kita bisa membacanya di mana saja (di perpustakaan, di tempat kerja, di sekolah, di kamar, lewat komputer, tab, bahkan hp) dan kapan saja. Luar biasa, bukan?

Dengan kemudahan yang sedemikian besar, seharusnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak membaca dan mempelajari Alkitab. Dari Yesus kita memperoleh teladan hidup yang nyata. Dan sementara kita menantikan kedatangan-Nya untuk kedua kalinya, kita butuh Alkitab yang akan menjadi tuntunan lisan kita. Selain itu, siapa orang yang jadi malang karena membaca Alkitab? Saya yakin, tidak ada! Sebaliknya, kalau Anda ingin diberkati Tuhan, bacalah Alkitab setiap hari. Mau bukti?

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Mazmur 119:105

Bagikan Artikel: