Kita Umat Pilihan

Kita Umat Pilihan
Kita Umat Pilihan

Semua umat manusia  mempunyai kesempatan untuk menjadi umat pilihan Allah. Kita adalah orang-orang yang sudah dipanggil. Namun banyak yang membuang kesempatan panggilan ini. Menolak panggilan Allah untuk menjadi umat pilihan Allah.

Menjadi umat pilihan Allah, harus melalui proses. Tidak semua yang dipanggil akan dipilih, malah sedikit. Mengapa? Karena banyak yang  tidak mau menghadapi prosesnya.  Membiarkan diri terikat dengan berbagai kesenangan dan percintaan kepada hal duniawi. Kalau kita mau menjadi umat pilihan Allah, maka kita harus merespon dengan benar, yaitu dengan melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita.

Allah hanya akan memilih orang-orang yang berkenan di hati-Nya. Akankah kita menyia-nyiakan kesempatan ini? Dan apabila kita memang merasa sebagai umat pilihan Allah, apakah hidup kita sudah berdasarkan Firman-Nya? Apakah sudah sesuai dengan kehendak-Nya? Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Mari kita merenungkan dan mengoreksi kehidupan kita. Sudahkah kita hidup mencerminkan bahwa kita adalah umat pilihan Allah? Atau hanya merasa menjadi umat pilihan Allah karena sudah memeluk agama Kristen? Umat pilihan Allah, bukan sekedar identitas, tetapi juga hidup selaras dengan identitas umat pilihan.

Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Matius 22:14

Bagikan Artikel: