Ketika Saya Dibenci

Ketika Saya Dibenci

Ketika Saya Dibenci

Dulu saya pernah bekerja di sebuah toko buku. Pada mulanya semuanya berjalan dengan lencar dengan teman-teman kerja yang baik. Saya pun berusaha untuk bekerja dengan sebaik mungkin sehingga pemilik toko lebih banyak mempercayakan tokonya kepada saya. Rupanya, hal tersebut membuat salah seorang teman saya cemburu dan dia mulai menghasut teman lainnya untuk memusuhi saya.

Saya tidak tinggal diam melihat kecemburuan itu. Saya sudah memberikan penjelasan dan mengajak untuk bisa bersama-sama bekerja dengan baik untuk memajukan toko tersebut. Karena pada waktu itu suasa pekerjaan tidak lagi sehat, saya pun memilih untuk mengundurkan diri. Saya mengambil tindakan tersebut bukan karena saya melakukan kesalahan, namun saya hanya ingin teman-teman saya berhenti memiliki hati yang jahat.

Kasih itu membutuhkan pengorbanan. Sama seperti kisah di atas, di mana rela mengorbankan pekerjaannya hanya demi mendamaikan hati-hati yang pada saat itu sedang dibakar cemburu. Ketika ada seseorang yang membenci kita, kita tidak harus membalasnya dengan berbalik memusuhi. Namun kita bisa menunjukkannya dengan kasih, salah satunya adalah mengalah.

Tuhan tidak hanya memberkati kita di satu tempat saja. Asalkan kita merasa damai sejahtera dan bekerja keras di dalam iman, maka Tuhan akan senantiasa mencurahkan berkat-Nya di dalam kehidupan kita.

Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

Imamat 19:17

Bagikan Artikel Ini :

Tags: ,

You might also likeclose