Ketika Aku Berdoa Mujizat Itu Nyata

Aku sering mengalami masa-masa sulit, bahkan dulu hampir setiap hari menjalaninya. Ada saat di mana aku benar-benar tidak mampu. Hidupku tak pernah putus dengan pergumulan. Satu masalah selesai, masalah baru datang dengan perkaranya yang lebih berat. Kakiku seperti terikat oleh rantai dengan beban yang begitu berat.

Aku hampir tak bisa menangis lagi. Air mataku sudah habis. Beban-beban itu membuat kepalaku sakit. Aku sadar bahwa aku hanyalah manusia dengan batas kemampuan tertentu. Dan sampailah aku pada titik tertinggi dari kemampuanku, selebihnya aku sudah tidak sanggup melakukannya lagi.

Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan. Menangis, berseru-seru memanggil nama Tuhan. “Tuhan, perkara ini tidaklah mudah dan sungguh berat. Aku sudah tidak sanggup lagi. Aku menyerah. Aku mengangkat tangan dan tolonglah aku.”

Dan ketika aku berdoa setiap hari, berdoa berkali-kali, berdoa tanpa henti, serta mengandalkan Tuhan dengan segenap hati, saat itu pula mujizat Tuhan terjadi dalam hidupku. Mujizat itu bukanlah hanya sekadar cerita. Mujizat itu nyata, di mana tangan Tuhan benar-benar bekerja memulihkan kehidupanku.

Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai.

Mazmur 65:9

Bagikan Artikel: