Keterbatasan Manusia dalam Memahami Alkitab

Alkitab seperti dua sisi uang logam. Pada satu sisi, Alkitab dapat dimengerti oleh orang-orang biasa karena ditulis dalam bahasa biasa. Tetapi pada sisi yang lain, bagaimana mungkin Allah yang mahabesar menerangkan kebenaran-Nya yang tak terbatas kepada manusia yang terbatas, karena manusia terbatas maka pemahaman bahasanya pun terbatas. Mungkin kita berpikir bahwa Allah telah menyesuaikan diri-Nya dengan manusia, yakni Ia telah menyederhanakan kebenaran rohani sedapat mungkin, supaya kita sedapat mungkin mengerti. Namun sebagaimana pun kita mengerti kita tidak dapat mengerti segala-galanya yang dapat dimengerti Allah. Salah satunya Allah menciptakan alam semesta ini dengan maksud untuk menolong manusia mengerti sifat Allah, bahkan Allah memberikan kepada kita Yesus Kristus secara khusus agar kita dapat mengenal-Nya dengan benar. Allah mengerti keterbatasan manusia untuk memahami segala sesuatu karena itu Allah menggunakan hal-hal yang luar biasa sehingga manusia memahami Allah.

Karena itu, jangan lagi mengatakan bahwa kita tidak mengerti kehendak Allah. Karena Ia telah memberikan firman-Nya untuk kita, agar kita mengerti kehendak-Nya. Ia menciptakan alam semesta agar kita mampu memahami kekuasaan-Nya, bahkan memberikan Yesus Kristus secara khusus agar kita dapat mengenal pribadi-Nya. Jangan menyia-yiakan semua yang Allah lakukan agar kita dapat mengenal-Nya. Mari kita gunakan setiap kebaikan Tuhan dengan menunjukkan hal-hal yang luar biasa itu supaya kita yang terbatas mengerti Allah yang tidak terbatas. Selamat mengenal Dia.

Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.
Mazmur 77:11

Bagikan Artikel: