Ketekunan Dalam Memohon

Dalam sebuah kisah dongeng anak-anak, ada seorang anak tukang kebun yang ikut ayahnya bekerja di kota. Anak itu dan ayahnya tinggal di rumah majikannya yang sangat besar dan kaya raya. Majikannya memiliki seorang anak yang seumuran dengan anak tukang kebun.

Kala anak majikan berangkat sekolah dan memakai seragam, anak tukang kayu meminta kepada ayahnya agar ia bisa bersekolah di tempat yang sama. Tentu saja ayahnya menolak karena ayahnya tidak mempunyai uang.

Lalu anak itu nekad menemui majikannya. Anak itu memohon agar majikannya berkenan membiayai dirinya untuk bersekolah. Usahanya pun sia-sia karena majikannya menolak. Tapi anak itu tak patah semangat, ia terus menemui dan memohon kepada sang majikan setiap hari. Ia tak hanya memohon, ia mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan baik.

Karena ketekunannya dalam memohon, maka luluhlah hati sang majikan. Anak tukang kebun pun akhirnya diasuh oleh majikannya dan dibiayai untuk bersekolah.

Saat kita memiliki keinginan yang terlihat tidak mungkin untuk kita gapai, maka mintalah kepada Tuhan. Bertekunlah dalam memohon. Doakanlah keinginan itu setiap hari. Ketekunan dan niat kitalah yang kelak akan menggerakkan tangan Tuhan untuk memberkati.

Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!

Mazmur 69:14

Bagikan Artikel: