Ketamakan

Uang menjadi masalah dasar manusia saat ini, sebab uang adalah kebutuhan hidup yang diperjuangkan oleh umat, manusia untuk kelangsungan hidupnya. UangĀ  tidaklah jahat, namun cinta akan uanglah yang merupakan akar dari segala kejahatan. Uang atau kekayaan adalah berkat Tuhan bagi anak-anak-Nya, kekayaan juga adalah perwujudan kasih Allah bagi umat-Nya. Dan tujuan Allah memberkati umat-Nya adalah untuk kebahagiaan mereka. Namun, berkat Allah ini seringkali disalahgunakanĀ  sehingga banyak orang terjebak dalam ketamakan. Banyak orang tidak menganggap bahwa ketamakan adalah dosa yang mengerikan, namun kitab Kolose menyatakan bahwa ketamakan disamakan dengan penyembahan berhala. Sebab ketamakan adalah suatu hasrat yang kuat untuk memiliki banyak lagi, di dalamnya terkandung nuansa keserakahan, nafsu untuk memperoleh segala sesuatu. Jika ketamakan sama dengan penyembahan berhala, itu berarti orang yang tamak menjadikan berkat Tuhan atau kekayaan sebagai berhala. Dan tidak ada seorang penyembah berhala yang mendapat bagian dalam kerajaan Allah.

Jadi, jika kita mengetahui bahwa uang atau kekayaan adalah berkat Tuhan, jangan menjadikannya berhala. Tuhan memberkati kita kasih ia mengasihi kita, ia mau kita bahagia. Namun, bukan menjadikan kita melupakan Dia sang pemberi berkat Tuhan. Ia juga tidak mau kita menjadi orang yang tamak, yang tidak pernah puas dengan apa yang telah kita miliki. Mari kita bersyukur atas berkat Tuhan yang sudah kita terima dan mempergunakan berkat Tuhan yang ada pada kita sebaik-baiknya. Ingatlah jangan sampai kita tidak mendapat bagian dalam kerajaan surga hanya karena ketamakan akan uang atau kekayaan.

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.
Pengkhotbah 5:9

Bagikan Artikel: