Ketakutan Membunuh Damai Dalam Hati

Beberapa tahun yang lalu, memejamkan mata dan tertidur dengan lelap merupakan hal yang langka buatku. Bukan karena diriku terlalu sibuk dengan pekerjaan, melainkan hari-hariku dipenuhi rasa takut.

Rasa takut kehilangan pacar, takut kehilangan orang tua, takut kehilangan pekerjaan, takut setan, takut dimarahi orang lain, seolah semua rasa takut itu sedang berkumpul di dalam hatiku.

Ketakutan itu berlangsung selama beberapa bulan. Aku terjaga 24 jam setiap hari. Daerah di bawah mata mulai cekung dan menghitam. Aku hampir lupa bagaimana cara untuk tertawa, lupa rasanya bahagia.

Mungkin saat itu aku merupakan seseorang yang paling menderita, sampai aku memperhatikan sebuah pohon yang tetap bertumbuh di tanah kering.

Saat itu musim kemarau. Orang-orang sibuk mencari air. Sementara pohon itu tetap tenang walau rumput-rumput mulai mengering dan daun-daunnya berguguran.

Jika di tengah masa kering sekalipun, Tuhan tetap memelihara pohon itu sehingga tetap bisa bertumbuh, pasti Tuhan juga memeliharaku di tengah rasa takut.

Rasa takut tidak akan pernah membuat kita bertumbuh. Rasa takut itu membunuh damai dalam hati. Hanya pengharapan di dalam Tuhanlah kita memiliki kekuatan untuk melewati hari-hari yang berat. Dan dalam pemeliharaan Tuhanlah kita selalu dicukupkan.

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

2 Timotius 1:7

Bagikan Artikel: