Kesempatan untuk Berbohong

Kesempatan Berbohong

Kesempatan Berbohong

Janny dan Jenny adalah adik-kakak. Keduanya memiliki barang-barang yang sama, mulai dari pakaian hingga boneka. Jika salah satu di antara mereka tidak mendapatkan apa yang mereka ingini, maka akan timbul pertengkaran. Mau tak mau, ibunya selalu berlaku adil kepada keduanya.

Suatu kali ada tetangga yang mengirim sekantong permen. JAnny dan Jenny membukanya dan mulai berbagi. Rupanya permen itu tersisa satu dan mereka berebut untuk mendapatkannya. Ibu mereka memutuskan bahwa tak satupun akan mendapatkan sisa permen itu.

Tiba-tiba permen yang ibu simpan tidak ada di tempatnya. Ibu memanggil Janny dan Jenny. Janny tampak ketakutan sebab dialah yang memakan permen itu dan bungkusnya tidak sengaja terjatuh di kolong tempat tidur milik Jenny.

Ibu bertanya kepada keduanya, “Siapa yang mengambil permen itu?”

Keduanya terdiam. Sangat mudah bagi Janny untuk berbohong sebab bungkus permen berada di kolong saudaranya.

“Maaf, Bu. Janny yang telah memakannya. Maafkan aku ya Jen…”

Janny menangis. Kemudian Ibu dan Jenny memeluknya. Sungguh di luar dugaan, ternyata ibu dan saudaranya tidak marah kepadanya.

Di dunia ini kita ditawari banyak kesempatan untuk bisa berlari menyelamatkan diri dengan cara berbohong. Semua tergantung dari hati kita. Apakah kita ingin menghancurkan orang lain dengan cara berkata tidak jujur? Atau kita jujur dengan menanggung segala risiko yang ada?

Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

Amsal 14:2

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose