Kesamaan Dalam Hal Sosial

Sifat sosial Allah didasarkan pada kasih sayang-Nya. Yang menjadi sasaran kasih sayang-Nya adalah pribadi-pribadi lain di dalam ketritunggalan-Nya. Karena Allah mempunyai sifat sosial maka Allah menganugerahkan kepada manusia sifat sosialnya tersebut. Pertama-tama manusia menemukan persahabatan ini dengan Allah sendiri. Manusia menemukan kepuasan tertinggi dalam persekutuan dengan Tuhannya. Di samping itu, Allah menganugerahkan persahabatan manusiawi. Ia menciptakan perempuan, karena sebagaimana dikatakan-Nya sendiri, “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia.” Agar persekutuan ini menjadi sangat mesra, Ia menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki. Persahabatan manusiawi ini terlihat dari keinginan manusia yang senantiasa mencari sahabat untuk bersekutu. Jelaslah bahwa manusia diciptakan dengan sifat sosial, sebagaimana Allah memiliki sifat sosial. Kasih dan perhatian sosial bersumber langsung dari unsur ini dalam watak manusia.

Sebagai manusia yang memiliki kesamaan dalam hal sosial dengan Allah, hendaknya manusia terus menjalin hubungan dengan Allah. Sebab kepuasan tertinggi manusia adalah persekutuannya dengan Allah. Karena itu ketika ingin mengalami kepuasan dalam hidup jalinlah hubungan yang benar dengan Allah. Sebab persekutuan dan persahabatan dengan dunia tidak akan memberikan kepuasan kepada kita. Ingatlah juga bahwa refleksi dari hubungan yang benar dengan Allah, akan terlihat dari hubungan kita dengan sesama.

Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Kejadian 2:18

Bagikan Artikel: