Kesalahan yang Sama

Bagaimana sikap kita saat mendapati seseorang yang berulang kali melakukan kesalahan yang sama meskipun telah berulang kali pula dinasehati atas kesalahannya tersebut? Pasti kita merasa kesal. Kita menganggap bahwa orang tersebut tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan padanya untuk mengoreksi diri dan belajar dari kesalahannya. Namun dalam kekesalan itu pernahkan kita teringat kepada Allah? Sebab Allah juga sering berada di posisi kita seperti itu dan merasakan apa yang kita rasakan saat itu.

Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa. “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak (Rom. 3:10).” Seperti mereka yang seringkali melakukan kesalahan yang sama, kita juga demikian. Kita semua pernah jatuh dan melakukan kesalahan, bahkan melakukan kesalahan yang sama berulangkali. Tidak terhitung banyaknya kesempatan yang Tuhan berikan, namun juga tidak terhitung berapa banyak kesempatan yang telah kita sia-siakan. Namun dalam keadaan itu, Ia tetap setia. Ia tidak pernah lelah membimbing kita untuk kembali dan kasih-Nya tidak pernah habis untuk membuat kita berdiri kembali.

Allah telah berdamai dengan dunia melalui Kristus tanpa memperhitungkan lagi pelanggaran-pelanggaran kita, maka kita pun selayaknya berdamai dengan orang lain dengan tidak memperhitungkan lagi kesalahan mereka. Allah selalu sabar menghadapi kesalahan kita yang berulang-ulang. Ia dengan sabar mengarahkan kita kembali ke jalan yang benar dan tidak pernah habis pengampunan yang diberikan-Nya. Seperti Allah yang selalu dengan penuh kasih menegur kita dan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri, hendaknya kita juga senantiasa mengampuni sesama atas kesalahan yang mereka lakukan. Semoga Tuhan memberi kita hikmat untuk mengambil sikap yang benar atas kesalahan orang lain, mengubah mereka menjadi lebih baik dan menjadikan kesempatan itu untuk menyatakan kasih Allah.

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Roma 3:23-24

Bagikan Artikel: