Kepuasan yang Semu

Ada banyak orang yang menjalani hidupnya dengan kebutuhan akan pengakuan orang di sekitarnya. Mereka berusaha untuk memenuhi harapan orang tua, teman, keluarga, sehingga hidup mereka dikendalikan oleh yang diharapkan, diakui dan dihargai oleh komunitasnya. Orang yang hidupnya dikendalikan oleh harapan, pengakuan dan penghargaan dari orang-orang sekitar, sedang terjebak dalam salah satu kunci menuju kegagalan hidup. Sebab ketika seorang berupaya keras untuk memenuhi harapan orang-orang di sekitarnya, pada akhirnya mereka tidak akan pernah dapat mengalami kepuasan sejati. Tidak ada yang lebih penting daripada mengetahui harapan dan tujuan Allah dalam hidup kita, karena di dalamnya kita akan menemukan makna hidup sesungguhnya, yang akan memberikan sukacita hidup yang sejati.

Karena itu jangan lagi hidup dalam kepuasan semu, sebab tidak akan pernah kita mendapatkan kepuasan sejati selain hidup dalam tujuan dan harapan Allah. Sebab kepuasan sejati manusia adalah ketika ia memenuhi harapan dari sang pencipta-Nya. Kita boleh membahagiakan orang-orang di sekitar kita, tapi jangan sampai fokus hidup kita hanya untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari mereka saja. Lakukan segala sesuatu di dunia ini seperti untuk Tuhan, artinya semua dilakukan dengan ketulusan hati karena kita melakukan karena mengasihi Tuhan.

Batinku bergelora dan tak kunjung diam, hari-hari kesengsaraanku telah melanda diriku.
Ayub 30:27

Bagikan Artikel: