Kepercayaan atau Kekuasaan?

Di dunia sangat banyak orang yang haus akan kekuasaan. Mereka rela melakukan apa saja demi mendapatkannya, sekalipun kepercayaan taruhannya. Bagi mereka, kekuasaan lebih berharga daripada Tuhan.

Memang benar bahwa kekuasaan yang diberikan dunia bisa membuat seseorang menjadi lebih kaya dalam waktu cepat. Hal ini berbading terbalik bila harus mengikut Tuhan yang berarti rela menanti berkat-Nya dalam waktu yang cukup lama.

Jalan yang tersedia di dunia memang terbagi menjadi dua, yaitu lebar dan sempit. Jalan yang lebar dengan segala kenikmatannya, jalan yang sempit dengan segala lika-likunya. Jalan yang lebar berakhir pada kematian kekal, sementara jalan yang kecil berakhir pada kemuliaan.

Mengikut Tuhan memang tidak mudah. Kita harus bisa menahan hawa nafsu, menjaga iman dan mampu hidup dalam kasih. Segala sesuatu yang didapat secara instan, bisa lenyap seketika. Namun bila berkat itu berasa dari Tuhan, maka akan dijagai-Nya. Jangan pernah menukarkan Tuhan Yesus dengan jabatan ataupun kekuasaan, bila kita tidak ingin kehilangan kasih karunia.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

1 Petrus 5:8

Bagikan Artikel: