Kemurahan

Seekor burung gemetar dan berjuang untuk terbang ketika manusia mendekatinya. Tetapi sayapnya yang patah tidak menolong usahanya untuk terbang, sehingga burung itu duduk gementar ketakutan di dekat tembok di mana ia jatuh. Tetapi manusia itu berlaku dengan hati-hati dan lemah lembut sewaktu merawat burung itu, dan segera burung itu tidak takut lagi. Setelah sayapnya sembuh yang dilepaskan dan terbang kembali. Kemurahan hati dan sikap penyayang adalah suatu buah yang berharga dari Roh Kudus. kemurahan adalah kebaikan dan perlakuan yang baik terhadap orang lain. Sifat ini selalu memikirkan yang terbaik mengenai orang lain.  Kemurahan juga menganggapi dengan simpati dan pengertian ketika dunia mungkin menanggapi dengan kemarahan dan pembalasan dendam. Kemurahan adalah buah Roh yang menciptakan suasana damai.

Karena itu, jika kita ingin menikmati suasana yang damai, milikilah kemurahan hati. Pikirkanlah kebaikan orang lain seperti kita memikirkan kebaikan untuk diri kita, berlaku baik seperti kita ingin diperlakukan. Jangan kita menjadi orang yang egois, yang hanya memikirkan kebaikan untuk diri sendiri. Ingatlah juga bahwa kemurahan hati tidak pernah membeda-bedakan orang lain, artinya memperlakukan semua orang dengan sama.

Hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belaskasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
Yakobus 3:17

Bagikan Artikel: