Keluarga Allah

Status kita yang selanjutnya sebagai warga negara Kerajaan Allah adalah keluarga Allah. Sebutan kita sebagai keluarga Allah diberikan karena kita bukan lagi sebagai orang asing atau pendatang dalam Kerajaan Allah, melainkan kita adalah kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Karena itulah kita disebut sebagai keluarga Allah, bagian dari Kerajaan Allah. Ketika kita disebut sebagai keluarga Allah, ada ciri-ciri yang dapat kita kenali, yaitu: kita menuruti dan melakukan undang-undang kerajaan Allah, mengasihi sesama anggota keluarga Allah, hidup bergantung satu dengan yang lain. Sebagai keluarga Allah kita juga harus hidup dalam kerukunan; hidup dalam kebersamaan sekalipun berbeda-beda, menerima kelebihan dan kekurangan orang lain dan hidup bersama menanggung beban.

Oleh sebab itu, sebagai keluarga Allah marilah kita hidup sebagai orang-orang yang taat dan setia kepada setiap ketetapan Allah. Mari kita hidup saling mengasihi, membangun, menasihati, membantu, mengampuni dan mendoakan. Jangan lagi hidup untuk diri sendiri. Mari kita juga hidup dalam kerukunan, jangan menganggap diri lebih baik atau lebih utama dari pada yang lain. Hargai setiap perbedaan dan bersama-sama dalam menanggung setiap beban.

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.
Efesus 2:19

Bagikan Artikel: